Postingan ini hanya untuk share pengalaman pribadi saja.
Kadang menurut sebagian besar orang Indonesia, menjadi PNS adalah pekerjaan idaman, pekerjaan yang memberikan jaminan masa depan yang cukup dan bisa membanggakan keluarga. memang benar, iya, saya pun mengalami itu, walaupun saya juga tau, banyak pekerjaan lain di luar sana yang tidak kalah bagusnya dengan menjadi seorang PNS. sebenarnya apapun pekerjaannya, asalkan kita bekerja dengan jujur, baik dan ikhlas, semua pekerjaan akan menghasilkan sesuatu yang berharga.
Kadang juga saya berpikir menjadi PNS adalah sebuah jalan hidup. iya, siapa sangka, saya yang seorang lulusan Akademi Kesehatan, bisa lolos tes CPNS dan sekarang bekerja di Dinas Kependudukan. Lho?? Kok bisa?? yaaa.. bisa, saya buktinya.
Awalnya saya mencoba keberuntungan setelah wisuda dengan mendaftar seleksi administrasi penerimaan CPNS dengan formasi D3 semua jurusan atau yang biasa dikenal lintas jurusan. ternyata saya lolos dan berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya yaitu tes CAT. Semacam tes akademik dengan sistem komputer. sistem ini sangat transparan, tidak bisa lagi ada "permainan" di balik sistem seleksi ini, karena begitu selesai mengerjakan tes, nilai yang diperoleh langsung tertera bahkan ditayangkan langsung di luar ruangan. dan saya termasuk salah satu orang yang beruntung karena bisa memperoleh nilai cukup besar yang membuat saya diam di peringkat teratas di sesi itu (1 sesi diikuti 100 peserta). sebulan kemudian, pengumuman akhir kelulusan penerimaan CPNS diumumkan dan saya masih ada di peringkat teratas dari ratusan mungkin ribuan peserta yang ikut seleksi. disana saya percaya, dimana ada kerja keras dan kemauan yang diiringi doa, disana jalan kesuksesan akan tampak. namun, ada keraguan yang muncul setelah itu, saya bingung akan ditugaskan dimana dan apakah saya akan bisa menjalankan tugas sebagai abdi negara dengan baik. beberapa bulan kemudian, SK CPNS dibagikan dan disana saya tau kalau saya ditempatkan di Dinas Kependudukan. dan benar saja, beribu pertanyaan datang kepada saya, "kok lulusan kesehatan tugas disini?" "bisa kerja bagus gak dia?" "pasti punya orang dalem makanya bisa lolos CPNS" "nombok berapa buat lolos CPNS?" saya cuma bisa balas senyum karena kalau saya jelaskan rincian tahapan seleksinya pun mereka tidak akan mengerti. menurut saya itu pertanyaan orang tempo dulu. menurut saya. hehehe.. tapi dengan semua pertanyaan itu saya menjadi bersemangat belajar lebih. saya mulai membaca peraturan - peraturan yang berlaku (yang mungkin pegawai lain disana belum tentu tau), saya tidak malu bertanya, saya tidak takut salah dan lebih beruntungnya, kepala dinas sangat baik dan mau mendampingi saya. saya berprinsip, ini pilihan saya, ini skenario kehidupan saya dan saya harus jalani ini.
Sekarang, setahun saya kerja di Dinas ini, saya sudah menjadi orang kepercayaan Kepala Dinas, saya diberikan tanggung jawab penuh untuk menuntun masyarakat di ruang pelayanan, saya sangat dihargai oleh teman - teman, saya merasa sudah menemukan kenyamanan dan bisa beradaptasi dengan baik di kantor ini. pertanyaan - pertanyaan di awal saya masuk ke Dinas ini sudah terjawab dengan sendirinya. bahwa saya bisa bekerja dengan baik, saya lolos karena kemampuan, usaha dan doa dari kedua orang tua saya dan saya lolos bukan dengan uang, tapi dengan kerja keras dan keyakinan.
Dan bulan ini, tantangan baru muncul. untuk menjadi PNS seutuhnya kami para CPNS harus mengikuti Diklat Prajabatan. model diklat pun tidak lagi seperti "tempo dulu" yang lebih banyak klasikal, tapi di Diklat ini kami para CPNS yang kemudian akan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) diharuskan memahami nilai nilai dasar ASN dan menerapakannya / mengaktualisasi kan di tempat kerja. untuk mengaktualisasikan itu, kami diharapkan membuat sebuah laporan aktualisasi semacam skripsi/ tugas akhir di perkuliahan. intinya, pekerjaan yang kita lakukan sehari - hari harus di kaitkan dengan nilai - nilai dasar ASN dan di tambahkan beberapa inovasi di dalamnya. hal ini menurut saya menuntut kami para CPNS untuk bisa bekerja sesuai dengan nilai - nilai sehingga tidak hanya sekedar bekerja namun bisa memberikan sebuah inovasi yang tentunya tetap sesuai dengan tanggung jawab masing - masing. Pembuatan laporan ini, diawali dengan pembuatan rancangan (semacam proposal skripsi), jadi serasa kembali ke masa kuliah. disini setiap CPNS akan mendapat pembimbing (coach) dan mentor (atasan langsung di tempat kerja), dan rancangan harus diseminarkan terlebih dulu. Awalnya kami masuk asrama selama 2 minggu, disana kami diberikan pemahaman nilai - nilai dasar (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu dan Anti Korupsi) yang disampaikan oleh seorang Widyaiswara. disana juga saya belajar mengenal banyak teman baru, mengubah disiplin dan perilaku sehari - hari. selama 2 minggu itu pula kami sudah mengerjakan rancangan, setelah 2 minggu, rancangan diseminarkan yang dihadiri oleh pembimbing, mentor dan 1 orang penguji dari biro pemerintahan. seminar ini sama mendebarkan nya dengan seminar proposal di masa kuliah, hehehe... setelah seminar dan revisi, kami kembali bekerja di Dinas masing - masing dan mempraktekan apa yang sudah tertuang di rancangan. kami dituntut menjadi ASN yang berubah from hero to superhero bukan from zero to hero, karena kami dianggap sudah memiliki bibit yang bagus karena sistem seleksinya juga berbeda (sebenarnya sama saja hehe). dan yaa.. ditahap inilah saya sekarang. untuk contoh rancangan aktualisasi nya bisa di lihat di postingan saya berikutnya.
Share pengalaman setelah laporannya akan saya sambung nanti yaa. karena sekarang fokus untuk penyusunan laporan aktualisasi dulu. Terima kasih sudah bersedia baca, semoga bermanfaat, maaf jika ada salah kata/penulisan, saya tidak bermaksud menyinggung siapapun. see you :)
Jumat, 09 September 2016
Senin, 02 Mei 2016
Wisata Buleleng
Bali dikenal dengan potensi wisata alam dan budaya nya yang memukau, juga kehidupan masyarakatnya yang dinamis. Hal itu tentu memikat wisatawan untuk selalu ingin berkunjung ke Bali, baik wisatawan asing maupun wisatawan dalam negeri. Selama ini banyak wisatawan yang memandang daerah Kuta maupun daerah kawasan Bali Selatan sebagai tujuan utama wisata mereka, padahal banyak tempat lain di Bali yang mempunyai keindahan serupa. Salah satunya Buleleng. Kawasan Bali Utara ini dulunya merupakan ibukota Provinsi, terletak di utara pulau Bali dan memiliki luas daerah yang cukup besar. Buleleng memiliki kekayaan wisata alam berupa pantai dari ujung barat sampai ujung timur, bukit, persawahan dan banyak tempat lainnya.
pada postingan ini, saya selaku warga asli Buleleng atau yang biasa disebut BulDog (Buleleng Dogen) ingin berbagi beberapa tempat wisata alam ataupun tempat nongkrong anak muda yang bisa dijadikan referensi bila ingin berwisata ke Buleleng. Dan saya masih akan terus mengupdate postingan ini bila ada tempat baru lagi yang saya kunjungi. semoga bermanfaat dan saya sangat mengharapkan masukan dari teman - teman bila ada referensi tambahan tempat wisata. Melali sing harus joh, di Buleleng dogen. :)
Wisata Buleleng Timur
1. Air Sanih
2. Art Zoo
3. Air Terjun Les "Yeh Mampeh"
4. Bukit Teletubies
5. Kawasan Air Terjun Carat
6. Air Terjun Sekumpul
Wisata Tengah Kota Singaraja
1. Warung Tepi Bukit Desa Selat
2. Warung Retro
3. Dapur Shakya
4. Kawasan Pantai Penimbangan
5. Krisna Beach Street
6. Krisna Adventure
7. Krisna Wisata Kuliner
8. Beatrix Rooftop
9. Spice Beach Club
10. Pantai Lovina
11. Ocean Park North Bali Adventures
12. Air Terjun Aling - aling
13. La Costa dan Warung Subak
14. Cocoa Ground Bali
Wisata Buleleng Barat
1. Gran Surya Waterpark
2. Bendungan Titab-Ularan Busungbiu
3. Kawasan Pulau Menjangan
4. Pantai Pasir Putih Banyuwedang
5. Kawasan Taman Nasional Bali Barat
Wisata Buleleng Selatan
1. Twin Lake Buyan - Tamblingan
2. Air Terjun Gitgit
3. Kawasan Bali Handara Pancasari
Rabu, 20 Mei 2015
SINGAPORE dan KUALA LUMPUR (4 Hari)
Om Swastiastu..
Saya Luh De, gadis Bali tulen yang sekarang mau share
pengalaman jalan – jalan (kalo bahasa bali nya melali) ke 2 negara tetangga kita, Singapore dan Malaysia. Saya kesana
bareng keluarga 8 orang. kami berangkat hari Jumat tgl 8 Mei 2015 dari Bandara
Ngurah Rai Denpasar ke Changi International Airport Singapore. Dan balik ke
Bali hari Senin tgl 11 Mei 2015 dari Kuala Lumpur International Airport 2
Malaysia.
Ini termasuk ide dadakan, pesan tiket pesawatnya pun
seminggu sebelum berangkat, jadinya ya dapet harga yang agak tinggi. Saran buat
teman – teman yang mau melali, kalo bisa rencanain nya jauh – jauh hari deh.
paling gak, 2 minggu sebelum berangkat udah pesan tiket pesawat dan lain –
lain. Rencana nya sih udah sebulan yg lalu, gara – gara masalah passport adik
saya, jadi nya baru bisa pesan tiket pesawat nya H-7. Semua tiket pesawat kita pesan
sendiri lewat online. kebetulan kemaren kami terbang dengan Air Asia, dan kakak saya udah pernah
sebelumnya pesan – pesan tiket pesawat gitu dan bisa web check in sendiri, ya
jadi nya di bandara gak perlu antri buat check in. tapi satu yang agak ribet
adalah saat mau pesan tiket balik ke Bali dari Kuala Lumpur. ternyata bayarnya
harus dengan ringgit Malaysia (RM). masalah yang lain pembayaran tiket pesawat
online, harus dengan kartu kredit dan di keluarga saya itu gak ada yang punya
kartu kredit, ya jadinya minjem kartu kredit temennya kakak saya deh. agak
ribet sedikit tapi gak apa – apa, nambah pengalaman, siapa tau lama – lama bisa
buka agen travel (astungkara).
Selain tiket pesawat, kita juga ngebut pesan tiket bus
dari Singapore ke Kuala Lumpur. pesannya pun online dan pembayaran dengan kartu
kredit (yang masih minjem punya temen kakak). Kami pilih naik bus malam, karena
selain menghemat biaya sewa kamar hotel, juga karena jarak Singapore – Kuala
Lumpur yang relatif dekat, kurang lebih 6 jam via bus. jadi bisa tidur di
jalan. kami pake bus malam 707 inc. info selengkapnya tentang bus yang kami
gunakan ada di link 707 inc atau ini Untuk kamar hotel baik di Singapore atau Kuala
Lumpur, kami pesan lewat agoda.com caranya mudah kok. saya yakin semua pasti
bisa dapat hotel yang pas asalkan booking nya jauh-jauh hari.
Hari 1 (8 Mei 2015)
1. Kami berangkat dari Bandara Ngurah Rai Denpasar jam 7.00 WITA dan
mendarat di Changi International Airport Singapore jam 9.30 WITA (tidak ada
perbedaan waktu antara Bali dan Singapore jadi saya gak perlu mengatur waktu di
jam tangan). Berhubung kami gak pakai bagasi, jadi kami langsung menuju terminal
2 bandara untuk pesan Singapore Tourist Pass (selengkapnya
ada di link ini). lalu kami langsung menuju terminal 3 untuk naik MRT menuju
hotel. !!! Penting buat teman – teman, sebelum bepergian ke negara lain dan
tidak menggunakan jasa travel (backpacker-an) pastikan kita tau tentang alat
tranportasi apa yang bisa digunakan selama disana. kalau ada transportasi umum
seperti MRT atau bus, usahakan sudah mencari info tentang tarifnya, jalurnya,
dan jam operasionalnya. Paling tidak sudah ada gambaran, daripada tidak tau
sama sekali. selanjutnya kan bisa ditanyakan disana. ingat!! MALU BERTANYA
SESAT DIJALAN
![]() |
| Suasana di dalam MRT Singapore |
![]() |
| Peta Jalur MRT Singapore |
2. Sebelum menuju hotel, kami mampir dulu di stasiun Aljunied, tepat di
pintu keluar stasiun, ada sebuah tempat makan bernama Ananas Cafe. ini tempat makan halal, jadi bisa dikunjungi untuk
teman – teman yang muslim. selain itu harga nya juga terjangkau, sekali makan
untuk 1 orang saya mengeluarkan 3,30 SGD atau sekitar Rp.30.000 itu saya sudah
mendapat 1 porsi nasi putih, 1 ayam goreng tepung, 1 telur ceplok dan
segelas Calamansi (sejenis jus lemon).
![]() |
| Ananas Cafe dekat Aljunied |
3. Di Singapore, saya dan keluarga menginap di sebuah hostel di sekitar
Bugis, yaitu five stones hostel (klik disini untuk info hostelnya) dan stasiun MRT terdekat dari hostel adalah Nicoll High
Way. dari stasiun, kami hanya berjalan sekitar 5 menit sampai di depan hostel.
kami memilih hostel dengan 4 kamar tidur bertingkat jadi pas menampung kami
semua 8 orang dalam 1 kamar. hostel lebih murah daripada hotel, walaupun
terkadang 1 kamar harus sharing dengan orang lain, tapi toh tidak masalah
selama dapat tempat tidur dan nyaman. untungnya, walaupun kami datang lebih
awal dari jam check in, kami dibolehkan masuk kamar lebih dulu, jadi kami bisa
menaruh barang bawaan sebelum lanjut menjelajah Singapore.
![]() |
| Suasana kamar di Five Stones Hostel |
4. Selanjutnya kami menuju Sentosa Island dengan MRT menuju stasiun Harbour
Front dan selanjutnya memesan tiket Sentosa
Express di Lt.3 Mall Vivocity. tiket Sentosa Express ini berlaku 1 hari dan
bebas dari dan menuju stasiun manapun di pulau Sentosa. Selengkapnya bisa dilihat
di link Sentosa Express
a. Tujuan pertama kami di Pulau Sentosa adalah Universal Studio Singapore, walaupun sebenarnya hanya foto – foto
di depan globe bertuliskan Universal (hehehe..)
![]() |
| Kami 8 orang di depan globe USS |
b. Berikutnya kami mampir ke Candylicious
sebuah toko permen dan coklat yang bersebelahan dengan Universal Studio
Singapore. Desain toko nya unik, bagus untuk foto – foto. disini harga permen
dan coklat nya lumayan mahal, jadi kalau mau belanja disana, cari permen atau
coklat yang benar- benar diinginkan dan kira – kira tidak dijual di tempat
lain. kalau boleh saran, untuk oleh – oleh sebaiknya jangan beli disini, masih
ada toko coklat murah di Bugis Street.
![]() |
| Design depan Candylicious |
![]() |
| Aneka patung permen di depan Candylicious |
c. Selanjutnya kami menuju ke beach station. disana terdapat sebuah wahana
permainan bernama Luge and Skyride. kami
mencoba wahana itu dan memilih paket untuk 3 kali Luge dan 3 kali Skyride per
orang. Luge adalah sejenis kendaraan yg dikendarai di jalan menurun dan ada
tracknya. cara mengendarainya gampang dan asyik. Sedangkan Skyride adalah sejenis
kereta gantung, tapi terbuka. jadi kita bisa menikmati pemandangan Pulau
Sentosa dengan baik dari atas. Skyride ini aman kok. Ada 2 pintu masuk ke
wahana ini, ada yang dari atas (dari arah Madame Tussaud) dan dari bawah (dari
Pantai Siloso). Info selengkapnya ada di link ini Saya memilih masuk dari Siloso agar orang tua
yang tidak ikut masuk wahana bisa menunggu di tepi pantai. Kalau bisa saran,
sebaiknya memilih paket 3 kali Luge dan Skyride karena disana, terdapat 2 track
Luge jadi kalau pilih yang 1 Luge dan 1 Skyride, hanya bisa mencoba salah satu
track, dan rasanya kurang puas. harganya pun sesuai.
![]() |
| Sebelum naik Luge |
![]() |
| Suasana dari atas Skyride |
d.
Setelah bermain Luge, kami sekeluarga menuju Siloso Beach dengan menaiki shuttle bus yang disediakan gratis
untuk wisatawan. Menurut saya pribadi, Pantai Siloso cukup indah, tapi jika
ingin menikmati pantai yang lebih indah, datang saja ke Bali, tidak perlu
jauh-jauh ke Singapore. hehehehe... (numpang promosi)
![]() |
| Suasana Pantai Siloso |
5.
Kami balik dari Sentosa sekitar pukul 6 sore, dengan Sentosa Express
menuju Vivocity Mall, kemudian turun menuju stasiun Harbour Front dan naik MRT
menuju Bugis. Suhu dan cuaca di Singapore mirip dengan di Bali (ya karena saya
tinggal di Bali), hanya saja polusinya lebih sedikit dan lingkungannya jauh
lebih bersih.
![]() |
| Suasana jalanan Singapore |
6.
Sebelum ke hostel, saya singgah di sebuah kedai makan di Pasar Bugis, disana kami membeli makan
malam untuk dibawa ke hostel. Harga 1 porsi nasi dengan 2 jenis daging dan 1
jenis sayuran adalah 3 SGD. porsi nasi yang kami beli ini benar – benar jumbo,
jangan lupa minta sendok ya.
7.
Malam hari kami menuju ke Bay Front MRT, keluar dari stasiun, tampak
berdiri dengan megah Hotel Marina Bay
Sand, tepat disebelahnya terdapat lift untuk naik ke balkon. Setelah di
atas, maka dapat terlihat dengan jelas pemandangan cantik Singapore Flyer, indahnya permainan lampu di Garden By The Bay dan gemerlapnya Singapore.
![]() |
| Tepat berada di bawah Hotel Marina Bay Sand |
![]() |
| Pemandangan Singapore saat malam hari |
8.
Pukul 21.30, masih dengan MRT dari Bay Front menuju Bugis kami
mengunjungi Bugis street bermaksud
untuk membeli oleh – oleh, tapi ternyata banyak toko yang sudah tutup, kami
baru tau kalau toko disini buka sampai jam 10 malam saja. Untungnya, masih ada
beberapa toko coklat dan pernak pernik yang buka. Hanya dalam waktu 30 menit
kami semua sudah selesai berbelanja. ya, karena harganya murah, tidak perlu tawar
menawar sehingga proses belanja jadi lebih cepat. Selanjutnya kami berjalan
kaki menuju hostel sambil menikmati suasana jalanan dan beristirahat.
Hari 2 (9 Mei 2015)
1. Setelah breakfast (disediakan di hostel), mandi dan packing, kami
mengangkut barang keluar dari kamar, kemudian check out pukul 10.00 pagi. pihak
hostel mengijinkan kami untuk menitipkan barang sementara di lobby hostel
sampai batas pukul 11 malam hari itu. Jadi kami bisa melanjutkan jalan – jalan
tanpa repot membawa barang bawaan.
2. Kami berjalan kaki menuju stasiun Bugis, dengan MRT menuju stasiun
Raffles Place. Keluar dari stasiun, kami berjalan kaki sebentar kemudian
tampaklah Singapore River. Teman –
teman dapat berjalan kaki menikmati sungai, berfoto dengan patung – patung yang
ada dipinggir sungai atau membeli es krim potong. Ada 1 pedagang es krim potong
yang saya temui disana saat itu, penjualnya kakek dan nenek tua. Harga 1 potong
es krim dibalut roti adalah 1,20 SGD atau sekitar Rp.10.000 dengan banyak
pilihan rasa es krim.
![]() |
| melalui Arab Street yang dekat dengan hostel |
![]() |
| Es Krim Potong |
3. Ujung dari Singapore River adalah Merlion
Park. Disanalah terdapat ikon dari Singapore, yaitu patung Merlion. Silakan
berfoto dengan latar Patung Merlion dan dengan gaya yang unik. Saran saya,
karena saat siang hari disana panas, bawalah payung lipat dan kacamata gelap
agar saat berfoto tetap terlihat kece.
4. Dari Raffles Place MRT, berikutnya turun di Orchad MRT. Mumpung ada di
Singapore, apa salahnya berjalan – jalan di sekitar Orchad Road, walaupun tidak berbelanja di deretan toko – toko mewah
disana. Kalau teman – teman penggila tas, baju atau barang – barang dengan
merek – merek terkenal, disinilah tempatnya. Tapi, kalau teman – teman
backpacker seperti saya, juga bisa berbelanja di Orchad road, karena di pinggir
jalannya juga banyak pedagang es krim potong seharga 1,20 SGD. hehehehe..
![]() |
| Merlion Park |
5. Berikutnya dari Orchad MRT kami menuju ke China Town MRT. Sesuai dengan
namanya, begitu keluar dari stasiun, teman – teman sudah memasuki kawasan China Town. Disini terdapat banyak
pedagang. dari makanan, minuman, buah, pernak pernik, baju, hingga kuil. Harga
nya pun relatif murah. makanan yang dijual berkisar dari 2 SGD hingga 10 SGD.
Tempat ini paling pas untuk mencari oleh – oleh.
6. Setelah puas makan, membeli oleh – oleh dan berkeliling di China Town,
kami balik ke hostel untuk memasukan barang bawaan kami dan sekedar mencuci
muka melepas lelah di hostel. Walaupun kami sudah check out pagi tadi, tapi
pihak hostel masih mengijinkan kami beristirahat, menggunakan toilet yg ada di
lobby bahkan mengisi baterai ponsel kami disana. Hingga pukul 8 malam kami
berangkat menuju People Park Centre.
![]() |
| Tempat belanja di China Town |
7. People Park Centre terletak di kawasan China Town. Bus malam yang kami
naiki menuju KL, menjemput penumpang di kawasan ini. Bus datang pukul 11 malam.
jadi, sembari menunggu bus, kami memutuskan untuk makan malam dan berjalan –
jalan sebentar di kawasan China Town menikmati indahnya kelap kelip lampion
pada malam hari. Tepat pukul 23.15, bus tiba dan setelah memasukan barang dan
menyerahkan tiket, kami lalu berangkat menuju Kuala Lumpur. Di perjalanan, kami
melalui 2 kali tahapan imigrasi. Pertama, imigrasi Singapore dan kemudian
imigrasi masuk ke Malaysia yang ada di Johor Baru. Jarak kedua imigrasi ini
cukup berdekatan.
Hari 3 (10 Mei 2015)
1. Kami tiba di Kuala Lumpur tepatnya di depan Berjaya Time Square sekitar pukul 6 pagi (tidak ada perbedaan waktu
antara Malaysia dan Bali). Kemudian kami menuju ke hotel tempat kami menginap
yaitu Hotel Ceria yang kebetulan
hanya 5 menit berjalan kaki dari tempat kami diturunkan tadi (info hotel
selengkapnya ada di link ini).
Setelah check in, beristirahat dan mandi, kami memulai perjalanan kami
menjelajah Kuala Lumpur.
2. Sarapan kami beli di 7 Eleven. Minimarket
24 jam ini banyak tersebar di Kuala Lumpur ataupun Singapore. Disini tersedia
paket nasi yang bisa dihangatkan sebelum dinikmati, harganya pun terjangkau.
3. Berikutnya kami menuju Pasar Seni
yang ada di jalan Hang Kasturi dengan menggunakan transportasi umum yaitu
MRT. Stasiun terdekat dari hotel adalah stasiun Imbi. Untuk turis seperti saya
dan keluarga, kami harus memesan token untuk 1 tujuan apabila ingin menggunakan
MRT pada mesin tiket yang ada di setiap stasiun. 1 orang wajib membeli 1 token,
harga 1 token relatif murah, berkisar antara 2 – 8 MYR atau sekitar Rp.8000 –
Rp.32000, tergantung jarak stasiun yang dituju dari stasiun tempat pemesanan
token. Awalnya kami sempat bingung dengan sistem token yang berlaku di KL ini,
karena sebelumnya di Singapore, urusan transportasi ini begitu simple. Yang
harus dipahami apabila ingin menggunakan kereta di KL adalah, jenis kereta apa
yang melewati tempat tujuan. dan setiap pergantian jenis kereta, harus melalui
stasiun KL Sentral. Jika masih bingung
juga, silahkan bertanya pada petugas yang berada di office atau security yang
berjaga di stasiun. Bertanya saja dengan Bahasa Indonesia, mereka bisa mengerti
kok, tapi dijawab dengan Bahasa Melayu. Yaa..masih bisa kita mengerti lah.
4. Di Pasar Seni ini terdapat berbagai macam pedagang, dari makanan,
minuman, coklat, baju, perhiasan, tas sampai elektronik. harganya juga relatif
murah jadi bisa dijadikan tempat untuk mencari oleh – oleh.
![]() |
| Pasar Seni Hang Kasturi |
![]() |
| Pemandangan Colmar Tropicale dari atas menara |
![]() |
| Di depan gerbang Colmar Tropicale |
![]() |
| Japan Village |
![]() |
| Twin Tower Kuala Lumpur |
Hari 4 (11 Mei 2015)
1.
Pukul 10.00 kami check out hotel dan bersiap menikmati Kuala Lumpur di
hari terakhir, karena sore nanti kami sudah balik ke Bali. Dengan barang bawaan
yang lumayan banyak, kami menuju stasiun Imbi dan memesan token di mesin
otomatis untuk menuju KL Sentral. Di KL Sentral tepatnya di dekat toilet, terdapat loker
penitipan barang untuk wisatawan yang masih ingin menikmati KL tanpa harus
repot membawa koper kesana kemari. Loker ini menerapkan sistem koin dan kunci,
untuk dapat mengunci loker, harus membeli koin di mesin yang tersedia disana,
setelah itu loker bisa dikunci dan hanya bisa dibuka sekali saja. jadi kunci
ini harus disimpan dan pastikan barang – barang penting yang akan terpakai
seperti passport, HP dan uang sudah anda bawa. Ada beberapa jenis loker, sesuai
kapasitasnya. saya dan keluarga memilih yang kapasitas besar dengan harga 20
MYR (sekitar Rp.80.000). 1 loker ini bisa memuat barang – barang kami semua 8
orang, batas pengambilan barang adalah jam 12 malam hari itu.
2. Dari KL Sentral, kami menggunakan LRT menuju ke Batu Caves. Disana terdapat kuil pemujaan untuk umat Hindu, patung
Hanoman dan Lord Murugan yang berukuran besar, menikmati jajanan India dan
berinteraksi dengan burung – burung. selain itu, teman – teman juga bisa naik
tangga menuju gua yang didalamnya terdapat arca – arca Hindu.


3. Kami balik dari Batu Caves sekitar pukul 1 siang dan menuju KL Sentral
dengan LRT. Kami kemudian makan siang di KFC
yang ada di KL Sentral, berbelanja beberapa cemilan untuk bekal di jalan menuju
airport dan memesan tiket KLIA Express (kereta cepat khusus menuju Bandara
KLIA). Jam 14.40 setelah mengambil barang – barang di loker, kami menuju Kuala
Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) dan dengan Air Asia kami terbang menuju
Bali pukul 17.55. Sembari menunggu jam keberangkatan, teman - teman bisa berkeliling kawasan perbelanjaan di KLIA 2.
4. Kami mendarat di Ngurah Rai International Airport Denpasar pukul 20.30
WITA dan keluar bandara langsung menuju warung lalapan, karena kami begitu
rindu makanan Indonesia.
Sekian cerita perjalanan saya dan keluarga, semoga
bisa memberikan gambaran untuk teman – teman yang akan melakukan wisata ke
Singapore dan atau Malaysia. Maaf bila ada salah penulisan, dan terima kasih
sudah sempat membaca. Salam hangat dari Bali.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om….
Minggu, 14 Juli 2013
Penentuan Kadar Parasetamol
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Tujuan
1.
Tujuan Umum
Mahasiswa
mampu melakukan penetapan kadar parasetamol dalam tablet menggunakan spektrofotometri uv-vis
2.
Tujuan Khusus
a. Dapat membuat kurva hubungan
konsentrasi parasetamol dan absorbansi pada panjang gelombang maksimum.
b. Dapat membuat persamaan regresi
linier.
c. Dapat menentukan kadar parasetamol
dalam tablet dengan spektrofotometri UV-Vis dengan kurva kalibrasi regreasi dan
persamaan garis regresi linier
II. Latar
Belakang
Panas tinggi atau demam
adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi daripada biasanya atau diatas
suhu normal. Umumnya terjadi ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan.
Suhu normal manusia berkisar antara 36-370 C. Demam merupakan
bentuk pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dengan mengeluarkan zat
antibodi. Pengeluaran zat antibodi yang lebih banyak daripada biasanya ini
diikuti dengan naiknya suhu (Widjaja, 2001).
Parasetamol atau
asetaminofen adalah obat yang dapat digunakan untuk meredakan demam. Selain itu
Parasetamol juga dapat digunaan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan
sakit ringan. Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik salesma dan
flu. Parasetamol aman dan dapat memberikan efek bila diberikan dalam dosis
standar, tetapi karena mudah didapati, overdosis obat baik sengaja atau tidak
sengaja sering terjadi.
Untuk mengetahui
seberapa kandungan atau jumlah zat paracetamol dalam suatu obat, maka perlu
dilakukan penetapan kadar parasetamol dalam tablet dengan menggunakan
spektrofotometri UV-Vis.
BAB V
PEMBAHASAN
5.1. Pembuatan Larutan NaOH 0,1 N
Natrium
hidroksida juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam
kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium
Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang
kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Dalam kegiatan praktikum penentuan kadar
parasetamol dalam sampel tablet, NaOH difungsikan sebagai pelarut untuk melarutkan
sampel parasetamol. Dalam kegiatan praktikum, larutan NaOH yang dibuat memiliki
konsentrasi 0,1 N, dimana prosedur pembuatannya adalah dengan melarutkan 4 gram
NaOH padat yang kemudian dilarutkan dalam 1000 mL aquades atau air suling bebas
CO2. Penggunaan air suling bebas CO2 dimaksudkan untuk
menghindari terjadinya reaksi antara NaOH dengan CO2 yang dapat
membentuk senyawa (Na2CO3 2
NaOH + CO2 → Na2CO3 + H2O) yang
dapat menjadi pengotor dalam proses analisis parasetamol.
5.2.
Pembuatan Larutan Stok Baku Parasetamol
Parasetamol atau asetaminen adalah obat analgesik dan antipiretik yang
populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala,
sengal-sengal dan sakit ringan, serta demam.
Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik selesma dan flu. Berbeda dengan
obat analgesik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen,
parasetamol tak memiliki sifat antiradang. Jadi parasetamol tidak tergolong
dalam obat jenis NSAID.
Dalam dosis normal, parasetamol tidak menyakiti permukaan dalam perut atau
mengganggu gumpalan darah, ginjal,
atau duktus arteriosus pada janin.
Dalam
kegiatan praktikum penentuan parasetamol , terlebih dahulu disiapkan larutan
stok baku, yaitu larutan yang telah diketahui konsentrasinya secara pasti dan
digunakan sebagai larutan induk. Pembuatan larutan stok baku parasetamol dibuat
dengan cara melarutkan 1 mg parasetamol kedalam 100 mL NaOH 1 N sehingga
didapatkan kadar 0,01 mg/ml. Namun, dalam kegiatan praktikum didapatkan kendala
dalam proses penimbangan dimana batas deteksi neraca yang digunakan adalah 10
mg , sehingga perlu dilakukan pengenceran 10 mg parasetamol dalam 10 mL NaOH
atau dengan konsentrasi 1mg/mL (1000µg/mL), untuk mendapatkan larutan dengan
kadar 10µg/mL maka dari larutan dengan konsentrasi 1000µg/mL dilakukan
pemipetan sebanyak 1 ml dan ditambahkan NaOH hingga didapatkan volume 100
mL sehingga didapatkan kadar larutan
stok baku sebesar 10µg/mL atau 0,01 mg/mL.
5.3
Pengukuran Panjang Gelombang Maksimum Parasetamol
Pada
umumnya analisa kuantitatif yang menggunakan instrument spektrofotometer
membutuhkan penentuan panjang gelombang maksimum, dimana panjang gelombang
maksimum merupakan panjang gelombang yang memberikan absorbansi maksimal
terhadap kompleks warna yang terbentuk dari analit. Penentuan panjang gelombang
maksimal dilakukan dengan membuat kurva hubungan antara absorbansi dengan
panjang gelombang dari suatu larutan baku pada konsentrasi tertentu. Dalam
kegiatan praktikum penentuan panjang gelombang maksimal , terlebih dahulu
diasumsikan absorban larutan adalah pada 0,434, sehingga dapat ditentukan
konsentrasi larutan yang akan dibuat dengan menggunakan persamaan lambert –
beer yang mana didapatkan konsentrasi larutan yang dapat memberikan absorbansi
0,434 adalah 6,07 µg/mL. sehingga dari larutan stok baku yang dibuat dilakukan
pemipetan sebanyak 6,07 mL yang selanjutnya dilarutkan dengan NaOH hingga
volume 10 mL yang kemudian diukur dengan panjang gelombang 220 – 300 nm dan
didapatkan panjang gelombang maksimum pada 256 nm, sehingga dalam penentuan
kadar parasetamol digunakan panjang gelombang tersebut. Menurut teori, panjang
gelombang maksimum untuk parasetamol adalah 257, namun karena pada praktikum
ini rentang panjang gelombang yang digunakan adalah 3, maka panjang gelombang
256 bisa digunakan karena mendekati nilai tersebut. Jika dilihat dalam table
absorbansi panjang gelombang maksimum, absorbansi tertinggi diperoleh pada
panjang gelombang 220 nm, namun nilai ini tidak digunakan karena pada panjang
gelombang tersebut, larutan yang dideteksi tidak hanya parasetamol, namun jg
pengotor pada larutan, sehingga bukan merupakan hasil absorbansi murni larutan.
Penggunaan panjang gelombang maksimal dalam analisa kuantitatif dengan
spektrofotometer merupakan hal yang penting, hal ini dikarenakan :
a. Pada
panjang gelombang maksimal, kepekaanya juga maksimal karena pada panjang gelombang
maksimal tersebut perubahan absorbansi untuk setiap satuan konsentrasi adalah
yang paling besar.
b. Di
sekitar panjang gelombang maksimal bentuk kurva absorbansi datar , dan pada
kondisi tersebut hokum Lambert – Beer akan terpenuhi
c. Jika
dilakukan pengukuran ulang maka kesalahan yang disebabkan oleh pemasangan ulang
panjang gelombang akan kecil sekali ketika digunakan panjang gelombang
maksimal.
5.4
Ekstraksi Dan Penetapan Kadar Parasetamol dari Tablet
Proses
preparasi diawali dengan penimbangan bobot tablet paracetamol sebanyak 20
tablet,dimana penggunaan satu tablet parasetamol belum dapat mewakili kadar
parasetamol pada sebagian besar tablet karena tidak pasti antara satu tablet
dengan tablet yang lain mengandung jumlah parasetamol yang sama sehingga
parasetamol yang ditimbang adalah sebanyak 20 tablet. Berat total dari 20
tablet adalah sebanyak 13,5171 gram. Tablet yang telah ditimbang tersebut
digerus hingga homogen. Kemudian ditimbang sebanyak 50 mg dan dilarutkan dengan
100 ml NaOH 0.1 N dalam labu ukur lalu dikocok atau dihomogenkan selama 10
menit untuk mengoptimalkan proses pelarutan paracetamol dengan NaOH 0.1 N. Larutan
paracetamol hasil ekstraksi disaring dan dipipet sebanyak 5 ml kemudian diencerkan dengan NaOH 0,1 N
dalam labu ukur 250 ml sampai tanda batas. Dalam praktikum ini dibuat 2 sampel
dengan cara pengerjaan yang sama dalam sampel parasetamol yang sama sehingga mendapat dua data hasil pengukuran. .Larutan
sampel parasetamol diukur absorbansinya pada panjang gelombang 256 nm dan diperoleh
hasil absorbansi:
1.
sampel
I : 0,525
2.
sampel
II : 0,526
Dari nilai absorbansi ini dapat
dihitung kadar paracetamol dengan menggunakan persamaan regresi linear yang diperoleh pada kurva kalibrasi
larutan standar paracetamol.
5.5 Pembuatan Larutan Standar Untuk
UJi Linierritas
Didalam membuat kurva standar perlu
dibuat beberapa konsentrasi larutan dari larutan stok baku parasetamol 0,01
mg/ml. Menurut Gandjar dan Rohman dalam bukunya yang berjudul Kimia Farmasi Analisis dicantumkan bahwa
rentang absorbansi yang memberikan kesalah terkecil pada metode validasi adalah
0,2 – 0,8 A. Oleh sebab itulah dalam pembuatan kurva standar ini digunakan
beberapa konsentrasi yang memberikan rentang absorbansi antara 0,2 sampai 0,8
A. Dan setelah diketahui bahwa rentang
absorbansi yang memberikan kesalah terkecil adalah 0,2 – 0,8 A. Dimana, didalam
pembuatan larutan ini, digunakan NaOH dengan konsentrasi 0,01 N.
Setelah diketahui bahwa absorbansi
maksimumnya 0,8 dan minimumnya 0,2 A, selanjutnya dihitung konsentrasi larutan
yang harus dibuat dengan menggunakan rumus :
, dimana nilai A adalah absorbansi yang ingin
dicapai,
bernilai 715 dan b adalah 1. Dari sini kita
dapat menentukan konsentrasi berpakah dari absorbansi maksimum dan minimum.
Setelah dilakukan perhitungan, didapat
bahwa absorbansi maksimum, didapat pada konsentrasi 0,011 mg/ml, sedangkan
absorbansi minimum pada konsentrasi 0,0028 mg/ml. sehingga dari hasil ini
didapat bahwa konsentrasi larutan standar yang dibuat adalah 0,0028 mg/ml, 0,004
mg/ml, 0,005 mg/ml, 0,006 mg/ml, 0,007 mg/ml, 0,008 mg/ml, 0,009 mg/ml dan 0,01
mg/ml.
Untuk membuat larutan tersebut dibuat
dari larutan stok baku parasetamol 0,01 mg/ml dan diencerkan hingga volumenya
menjadi 10 ml dengan menggunakan NaOH 0,1 N. Untuk mengetahui berapa jumlah
NaOH yang dipipet, digunakanlah rumus pengenceran V1 x M1 = V2 x M2 . setelah didapat larutan
standar dengan berbagai konsentrasi tersebut, selanjutnya dipindahkan masing –
masing larutan
tersebut kedalam masing – masing botol vial
dan diberi label sesuai konsentrasi larutan standar.
5.6 Pembuatan kurva Kalibrasi
Pembuatan kurva kalibrasi atau kurva
standar bertujuan untuk mengetahui linieritas hubungan antara konsentrasi
larutan standar dengan absorbansinya, sehingga praktikan tahu apakah langkah
kerja yang dilakukan telah sesuai atau tidak. Agar memperoleh hasil akurat
dalam penentuan absorbansi parasetamol pada sampel. Didalam pembuatan kurva
kalibrasi, digunakanlah hasil pengukuran absorbansi dari masing – masing
larutan standar yang telah dibuat dengan menggunakan spektrofotometer Merck
SHIMADZU Uv mini-1240, pada panjang gelombang maksimum, yaitu 256 nm. Didalam
pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer ini, digunakan kuvet yang
terbuat dari kuarsa yang berbentuk persegi panjang. Dimana kuvet ini merupakan
kuvet yang paling bagus untuk pengukuran absorbansi.
Didalam pengukuran absorbansi ini, perlu
dilakukan pembilasan pada kuvet dengan larutan yang akan diukur dan pastikan
bagian kuvet yang berwarna bening bersih dengan Tissue kering dan jangan sampai
tersentuh dengan tangan. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi absorbansi.
Setelah didapat absorbansi dari masing –
masing konsentrai larutan, dilakukan pembuatan kurva dengan memplot antara
konsntrasi ( sumbu x) dan absorbansi sampel ( sumbu y), lalu titik tersebut
dihubungkan dengan garis lurus. Selanjutnya ditentukan kelinieritasnya dengan
menggunakan koefisien korelasi. Dimana kurva tersebut dapat dikatakan linear,
jika nilai koefisien korelasinya mendekati satu (1).
Dan setelah diplot dalam kurva, didapat
hasil bahwa kurvanya hamper linier, dimana koefisien korelasinya mendekati
satu, namun garis yang terbentuk tidak lurus. Penyimpangan dari garis lurus ini
dapat disebabkan oleh adanya kekuatan ion yang tinggi, perubahan suhu, serta
reaksi ikutan yang terjadi. Setelah data absorbansi dan konsentrasi dimasukkan
dalam persamaan garis linier, diperoleh kurva yang membentuk garis lurus,
dimana menyatakan bahwa kurva standar yang dibuat telah linier atau hubungan
antara konsentrasi dan absorbansi sudah linier.
Hal
– hal yang harus diperhatikan
Didalam praktikum kali ini, ada beberapa
hal yang hendaknya perlu diperhatikan, agar hasil yang didapat merupakan
kondisi yang sesungguhnya dari sampel yang diperiksa , yaitu :
·
Haluskan sampel parasetamol dari 20
tablet secara sempurna, baru ditimbang sesuai kebutuhan, dengan tujuan agar
hasil yang dihasilkan representative.
·
Gunakan peralatan yang bersih, bebas dari
pengotor atau kontaminan serta dipastikan benar – benar kering bila perlu
dibilas terlebih dahulu dengan larutan kerja
·
Teliti didalam melakukan penimbangan
maupun pemipetan
·
Gunakan kuvet yang bersih dan dibilas
sebelumnya dengan larutan yang akan diukur absorbansinya
·
Beri label pada masing – masing larutan
untuk mencegah terjadinya tertukarnya sampel.
·
Pastikan sktrofotometer yang digunakan
telah dipanaskan sebelumnya untuk mengoptimalkan kerja alat itu sendiri.
BAB
VI
SIMPULAN
6.1
Simpulan
1.
Pada praktikum ini hubungan konsentrasi
dan absorbansi parasetamol dinyatakan dalam bentuk kurva, dimana diperoleh
garis lurus yang menyatakan hubungan linier antara konsentrasi parasetamol dan
absorbansi pada panjang gelombang maksimum, yaitu 256 nm.
2.
Persamaan regresi yang diperoleh pada
praktikum ini berdasarkan Hukum Lambert-Beer adalah y = 51,32x – 0,00865.
3.
Kadar parasetamol pada sampel yang
diperiksa pada praktikum ini adalah 0,01040 mg/ml. hasil ini diperoleh dengan
menggunakan persamaan regresi diatas.
Langganan:
Postingan (Atom)





























